hestia_before_header_trigger(); do_action( 'hestia_do_top_bar' ); do_action( 'hestia_do_header' ); hestia_after_header_trigger(); ?>

Kenapa Bayi Takut dan Menangis saat Bertemu Orang Baru?
Kondisi pandemi COVID-19 membuat banyak orang tua memutuskan untuk tidak terlalu sering membawa bayi pergi keluar rumah. Hal ini membuat si kecil hanya terbiasa melihat ayah, ibu, anggota keluarga maupun pengasuhnya di rumah.
Nah Moms, coba perhatikan bagaimana reaksi bayi Anda saat diajak bertemu orang baru? Beberapa bayi, bisa saja merasa takut atau cemas hingga menangis. Kondisi itu dikenal dengan istilah stranger anxiety.
Mengutip What To Expect, kecemasan pada orang asing merupakan fase emosional di mana bayi menjadi tertekan atau bahkan menangis saat bertemu situs slot pulsa tanpa potongan orang yang tidak dikenalinya, baik saat didekati maupun mencoba meraihnya. Ini mirip dengan kecemasan bahwa bayi menyadari harus berpisah dengan orang tua atau pengasuhnya, padahal sebenarnya tidak.
Alasan Bayi Cemas saat Bertemu Orang Lain
Sebagian besar bayi umumnya menjadi rewel dan ketakutan saat berada di sekitar orang-orang yang tidak dikenalinya. Ia bisa jadi menangis histeris atau bahkan memeluk Anda erat-erat karena enggan didekati orang yang belum pernah ditemuinya.
Nah, memasuki usia 6 bulan, bayi sebenarnya sudah mulai tahu tentang kehadiran orang asing atau yang baru pertama kali ditemuinya. Semakin beranjak umurnya, sekitar usia 8-9 bulan, bayi mungkin akan lebih takut saat didekati orang asing.
Menangis atau berteriak pun terkadang tak bisa dihindari. Reaksi si kecil ini sangat normal terjadi dan bahkan menandakan perkembangan intelektualnya. Namun, seberapa lama dan kesalnya si kecil saat cemas ini bisa sangat bervariasi, Moms.
“Itu berarti anak Anda dapat membedakan antara orang-orang yang dekat dengannya dan orang yang tidak dikenalnya,” ujar penulis Let the Baby Drive: Navigating the New Road of Motherhood, Lu Hanessian, dikutip dari Parents.

Categories: Uncategorized